hijabstory

manakah hijab yang syar’i ?

Posted on: Desember 24, 2011


mana yang syar'i ?

Bismillah. di Zaman sekarang ini agak sulit ya menilai hijab itu sudah syar’i atau belum,apalagi setiap daerah memiliki cara dan standarnya masing-masing,koq ngga kompak ya,koq ngga ada keseragaman dalam menetapkan batas syar’i, secara ngga langsung hal ini membuat muslimah jadi terkotak-kotak sesuai dengan gaya hijabnya masing-masing. aku sendiri jadi bingung dan bertanya-tanya kenapa kalo soal busana yang lagi ngetren,para wanita kompak banget dan taat mengikuti tren yang ada,kalo lagi ngetren legging,semua pake legging atau kalo lagi in hotpants,hampir semua wanita di penjuru indonesia pake hotpants,dan sepertinya sesuatu yang tren itu untuk seorang wanita hukumnya wajib pake, kalo ngga nanti takut dibilang ketinggalan jaman. Padahal mereka tahu betul kalo pakaian-pakaian yang sedang tren itu bukanlah busana lokal yang sesuai dengan budayanya (memakai jarik dan kebaya). Berbeda penerapannya ketika menggunakan hijab, kebanyakan muslimah sekarang merasa bangga bukan ketika dia menggunakan hijab yang nge ‘tren’ di kalangan kaum muslim itu sendiri(sesuai tuntunan) tetapi justru bangga ketika menggunakan busana muslim yang disesuaikan dengan trend yang ada yang asalnya dari budaya asing (wanita kafir),mmm….
Alhamdulilah dengan berjalannya waktu,pelan-pelan aku mulai ngerti mana yang sya’i dan mana yang tidak, dan ternyata mudah koq untuk mengetahui syar’i tidaknya hijab itu, ya kita lihat saja apa hijab itu sudah memenuhi fungsinya (menutupi aurat) dengan sempurna atau belum,pada intinya kalo hijab itu bisa menutupi seluruh tubuh dan membuat wanita itu tampak tidak menarik berarti hijab itu berfungsi sebagaimana mestinya,tapi kalo hijab itu membuat seorang wanita terlihat cantik sehingga menarik untuk dilihat ya berarti tidak bekerja sesuai fungsinya,sama aja percuma dong pake jilbab tapi masih berpotensi memikat hati para laki-laki apalagi sampai membayangkanya. Jika saja semua muslimah mau menggunakan hijab sesuai dengan fungsinya(sesuai tuntunan),pastinya akan menghasilkan gaya hijab yang sama dan terhindar dari kesenjangan(mengkotak-kotakaan) kaum muslimah itu sendiri, baik itu dia dari kalangan pejabat,rakyat biasa,kaya atau miskin,semua akan terlihat sama.
lalu seperti apakah hijab syar’i itu? di zaman sekarang ini adakah contoh yang bisa kita jadikan qiblat (trend setter) dalam berbusana muslim? Maka aku harus menjawab ada koq, ya seperti yang digunakan wanita-wanita di kota Mekah dan Madinah,kenapa? karena disitu adalah pusat dan asal ajaran Islam (trend setter) dan otomatis dengan begitu mereka yang tinggal disana bisa lebih mengenal ajaran islam dengan baik dibanding kita, logikanya apa iya busana muslim yang mereka gunakan itu salah dan malah parahnya ada yang bilang aliran sesat,lalu apa kita wanita Indonesia lebih mengerti tentang berbusana muslim yang benar? sama halnya dengan fashionista di seluruh dunia,yang qiblatnya mengarah pada gaya fashion yang sama,bermula digunakan oleh wanita-wanita di New York,Paris,Milan ataupun harajuku,yang merupakan pusat mode dunia. Saat ngetren legging,maka seluruh dunia menggunakan legging atau saat tanktop sedang in maka seluruh dunia akan menggunakan tanktop, dan wanita-wanita yang tinggal di pusat mode pastinya lebih mengerti cara berbusana yang modis dan ngetren dibanding dengan wanita yang diluar kota pusat mode. Ya begitulah manusia memiliki kecenderungan untuk meniru atau membebek (copycat).
Jika kita ingin menjadi muslimah sejati tirulah muslimah shalihah yang paham berbusama muslim yang benar. Jadi tidaklah aneh jika kita berbusana muslim mencontoh muslimah Mekah dan Madinah, karena akan lebih aneh lagi jika seorang yang mengaku muslimah berbusana muslim berqiblat pada tren busana milan,Paris ataupun Harajuku yang sama sekali tidak islami dan sama aja kita meniru gaya busana budaya asing (wanita kafir).
ukhty fillah,ayo kita sama-sama belajar untuk berhijab yang benar,jangan sampai hijab yg seharusnya menjadi amalan yg bisa menyelamatkan kita dari api neraka malah sebaliknya menjadi boomerang bagi kita sendiri, ketika kita tidak menempatkan fungsi hijab itu semestinya yaitu menjadikanya alat untuk menutupi aurat kita, tapi malah menjadikanya sebagai alat untuk mempercantik diri dihadapan mata-mata yang bukan haknya,waa yaudzubillah.
tinggalkanlah tabaruj (berhias di depan publik) karena itu adalah warisan budaya jahiliyah dan bukan kebiasaan wanita-wanita yang mengaku modern. Hijab syar’i itu bukanlah budaya primitif, tapi sebaliknya merupakan pembaharuan untuk menjadikan kaum ini lebih beradab dan bermartabat yang diajarkan langsung oleh Allah melalui RosulNya Salallahu ‘alaihi wassalam. Kita sebagai manusia seharusnya percaya bahwa dibalik smua perintahNya pastilah ada hikmahnya,dan jika kita mau berpikir dan menggunakan akal sehat intinya semua itu untuk kebaikan kita juga. Jadi berbaik sangkalah kepada Allah.
Hijab itu bukan bentuk kekerasan ataupun pengekangan kepada wanita,tapi justru sebaliknya merupakan wujud kasih sayang Allah kepada mahluknya yg bernama wanita. Wanita itu seperti perhiasan,apapun yang ada pada dirinya adalah suatu keindahan yang membuatnya sangat rentan untuk diperdagangkan. ibarat sebuah berlian saja dikemas sedemikian rupa agar tidak mudah rusak dan tidak sembarang orang dapat memegangnya,apalagi wanita yang tak ternilai harganya. ukhty fillah,jangan jadikan dirimu lebih rendah dari sebuah berlian yang harganya hanya miliyaran rupiah. Mulailah hargai dirimu dari pakaian yang kau kenakan,segeralah berhijab dengan syar’i,waktu kita di dunia ini sangatlah singkat,jika kita dipanggil olehNya nanti dan ditanyakan amalan hijab kita,tidak ada alasan untuk kita tidak mengetahui tentang berbusana muslim yang syar’i itu seperti apa,apalagi di zaman sekarang ini dimana perangkat gadget selalu dalam genggaman yang memudahkan kita untuk mengakses informasi tentang hakikatnya hijab syar’i itu. semagatlah untuk terus menggali kebenaran tentang perintah hijab dan selalu berbaik sangkalah dengan perintahNya,karena tidak selamanya yg baik menurut kita itu baik menurut Allah dan terkadang sesuatu yang tidak kita sukai itu justru sesuatu yg Allah sukai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Twitter Terbaru

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: